Upaya Penurunan AKI dan AKB , Dikes Lotim Gelar Pertemuan

  • Kamis, 21 Desember 2023 - 15:30:25 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur
Upaya Penurunan AKI dan AKB , Dikes Lotim Gelar Pertemuan

Selong – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan peran lintas sektor dan program dalam pelaksanaan sosialisasi skrining pelayanan hamil dan persalinan di fasilitas Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur menggelar Pertemuan Pembentukan dan Evaluasi Jejaring Skrining Layak Hamil, ANC, dan Stunting pada Rabu pagi (20/12) bertempat di Pendopo Bupati.

Kegiatan ini dihadiri Pj. Bupati Lombok Timur H.M. Juaini Taofik, dan diikuti 240 peserta dari 119 desa di sembilan kecamatan yakni Aikmel, Sambelia, Pringgasela, Jerowaru, Labuhan Haji, Masbagik, Wanasaba, dan Terara. Selain itu, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, dan KUA di masing-masing kecamatan juga turut dilibatkan.

Dalam sambutannya Pj. Bupati secara khusus menekankan kepada Kepala Desa terkait implementasi Peraturan Menteri Kesehatan (Parmenkes) no. 21 Tahun 2021 tentang penyelenggaran pelayanan kesehatan masa sebelum hamil, masa hamil, persalinan, dan masa sesudah melahirkan, pelayanan kontrasepsi, dan pelayanan kesehatan seksual.

Permenkes tersebut, jelasnya dimaksudkan menjamin kualitas kesehatan masyarakat khususnya calon ibu dan bayi menjadi lebih baik. Karena itu ia meminta agar Kepala Desa, Kader, dan komponen terkait lainnya dapat mendorong ibu maupun calon ibu untuk memeriksakan kesehatan dan kehamilannya di Polindes maupun Posyandu sebagai bagian dari skrining kesehatan mencegah stunting dan menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) maupun Angka Kematian Bayi (AKB).

Ia juga meminta para Kader dan Pendamping untuk mengoptimalkan berbagai sarana dan prasarana yang telah tersedia, termasuk pemanfaatan Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil).

Pj. Bupati berharap usai kegiatan tersebut, Camat, Kepala Desa, Kepala Puskesmas, dan stakeholder lainnya dapat menyampaikan kepada masyarakat, sehingga ke depan masyarakat dapat memahami pentingnya skrining layak hamil, ANC, dan penanganan stunting dengan tujuan agar AKI, AKB, dan stunting dapat diturunkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur H. Fathurrahman melaporkan bahwa angka kematian ibu dan bayi di Lombok Timur masih di bawah target nasional maupun provinsi. Belum optimalnya penurunan AKI dan AKB disebabkan kondisi kesehatan ibu baru diketahu pada saat hamil. Sejatinya kesehatan calon ibu sudah harus dipersiapkan minimal sejak menjadi calon pengantin.

Karena itu tidak hanya petugas kesehatan, dibutuhkan pula dukungan seluruh stakeholder terkait seperti Kader, PLKB, Kepala Desa dan pihak lainnya. Ia berharap adanya dukungan semua pihak dan stakeholder dapat memberikan solusi dan inovasi sehingga angka kematian dapat menurun secara signifikan.

  • Kamis, 21 Desember 2023 - 15:30:25 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur

Berita Terkait Lainnya