Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19

  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:24:37 WIB
  • ADMIN-KOMINFO
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19

Selong, Menyusul berakhirnya masa tanggap darurat Covid-19 pada 29 Mei, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Lombok Timur menggelar rapat evaluasi percepatan penanganan Covid-19. Bupati selalu ketua gugus diwakili Sekretaris Gugus H. Muhammad Jauaini Taufik memimpin rapat yang berlangsung Sabtu (30/05) didampingi Kepala Dinas Kesehatan, direktur RSUD Dr. R. Soedjono Selong, dan direktur RSUD Lotim, Labuhan Haji. Pada rapat yang dihadiri tenaga kesehatan dan Seluruh Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Lombok Timur itu Juaini meyampaikan penanganan Covid-19 yang dinilai sejumlah pihak sesungguhnya telah dimenangkan pada tahap pertama. Karenanya diharapkan pertemuan ini menjadi langkah untuk mengisi kembali kesiapan untuk tanggap darurat tahap ke II yang dimulai Juni sampai dengan awal Juli 2020 mendatang.

Juaini menyebut kasus Covid-19 merupakan kasus besar yang merubah tatanan kehidupan dunia. Dari banyak aspek covid-19 menyebabkan dunia harus beradaptasi dengan menerapkan New Normal. "Jika kita tidak dapat mengelola diri dan lingkungan kita, maka kita akan lama berjibaku dengan covid-19, " Ia mengingatkan.

Juaini juga menyampaikan untuk penanganan covid-19 di Lombok Timur, Pemerintah telah melakukan refocusing dan realokasi APBD sebesar tak kurang dari Rp. 123 Milyar. Selain itu berdasarkan PMK no. 35/2020 dana alokais umum juga ditarik kembali ke pusat sebesar Rp.115 M sehingga belanja barang dan jasa sudah terpangkas hingga 50%.

Diharapkan semua pihak memberikan dukungan terhadap semua upaya yang dilakukan gugus tugas. Juaini menyebut rencana pelaksanaan rapid test berbasis Masjid tahap ke-3 yang akan dilakukan di semua masjid. Selain itu akan dilakukan pula rapid test berbasis sekolah ketika sekolah mulai dibuka.

Juaini mengingatkan pula agar semua pihak dapat menerapkan komunikasi yang lebih baik dalam penanganan covid-19 baik internal maupun external.

Ditambahkan pula pentingnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap protokol kehidupan baru, New Normal. Kaitan dengan itu gugas tugas akan mendorong isolasi mandiri berbasis lingkungan. Ia menyinggung pula upaya promotif preventif guna mencegah bertambahnya kasus covid-19 pada anak yang angkanya cukup tinggi.

Menyinggung rencana isolasi mandiri PDP berdasarkan lingkungan, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur dr. Hasbi Santoso mengungkapkan bahwa ke depan PDP ynag saat ini diisolasi secara terpusat di RSUD dr. R. Soedjono Selong dan RSUD Lombok Timur akan diisolasikan mandiri di Lingkungan tempat tinggal sesuai standar protokol kesehatan yang digariakan WHO dan Surat Edaran Menteri Kesehatan 2020. Dengan catatan isolasi mandiri bisa dilaksanakan jika kondisi rumah memenuhi standar.

Hasbi dalam laporannya juga mengungkapkan tiga langkah strategis penanganan Covid-19, yaitu pertama deteksi dengan contact tracing , kedua preventif pencegahan dan ketiga melalui upaya kuratif.

  • Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:24:37 WIB
  • ADMIN-KOMINFO

Berita Terkait Lainnya