Berdayakan Masyarakat Melalui Program INKLUSI

  • Kamis, 28 Juli 2022 - 16:04:34 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur
Berdayakan Masyarakat Melalui Program INKLUSI

Selong – Kabupaten Lombok Timur sebagai salah satu dari 10 Kabupaten/Kota yang terpilih dalam menjalankan program INKLUSI bersama Institusi Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan dan LPSDM NTB sebagai mitra dan pendamping. Hal ini sebagai upaya dalam menghapus kekerasan maupun diskriminasi terhadap kelompok maupun minoritas. Program INKLUSI sendiri merupakan program kemitraan Australia dan Indonesia dalam memberdayakan masyarakat menuju masyarakat inklusif.

Dalam pelaksanaannya, program INKLUSI akan dilaksanakan di 12 Desa dari 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Adapun penerapannya yakni dengan mengadakan sekolah perempuan, dimana hal tersebut bertujuan untuk memberikan ruang bagi para perempuan dalam menyampaikan ide dan gagasan dan peningkatan kapasitas dan membangkitkan semangat pasca pandemi.

Tentunya harapan besar dengan dilaksanakannya program ini dapat mendukung pengintegrasian perspektif Gender Equality, Disability and Social Inclusion (GEDSI) dalam pengembangan data, perencanaan, penganggaran, pembuatan kebijakan, monitoring hingga evaluasi.

Acara yang berlangsung di ruang Rupatama 2 Kantor Bupati pada Rabu Siang, (27/07) dihadiri langsung oleh Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy mengatakan bahwa kolaborasi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur bersama Institut KAPAL Perempuan ini sebagai upaya dalam mensejahterakan dan meningkatkan kapasitas masyarakat khususnya terkait persoalan kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).

Disebutnya Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur telah memiliki unsur yang lengkap dalam menangani hal tersebut seperti adanya UPT Penanggulangan Kemiskinan dalam melayani masyarakat kurang mampu, baik itu dalam pembuatan BPJS, Surat Keterangan Miskin, pelayanan kesehatan, pelayanan administrasi kependudukan dan lain-lainnya. Agar dapat berjalan maksimal, perlunya kolaborasi dari semua pihak terkait dalam pelaksanaannya sehingga dapat mendorong IPM Kabupaten Lombok Timur. Di soroti juga perlu adanya UPT lain khusus dalam menangani penyandang disabilitas sehingga akan fokus dalam penanganannya.

Bupati juga meminta kepada seluruh pimpinan OPD untuk turut berpartisipasi dalam upaya memberdayakan perempuan dan kelompok marjinal rentan seperti different ability (difabel) yang ada di setiap desa. Selain itu Bupati juga meminta agar dari dana desa dapat di alokasikan untuk mengembangkan dan memberdayakan perempuan maupun kelompok rentan difabel yang ada di desa masing-masing.

Sebelumnya peserta yang hadir telah mengikuti musyawarah perempuan yang dihadiri oleh 100 perempuan. Perwakilan dari beberapa kelompok sekolah perempuan berkesempatan menyampaikan aspirasinya di hadapan Bupati dan jajarannya dalam menghadapi persoalan yang terjadi di tempat masing-masing serta manyampaikan harapannya.

Direktur Eksekutif Institut KAPAL Perempuan, Misiyah yang mengikuti pertemuan melalui zoom meeting menyampaikan kepada Bupati dan seluruh peserta yang hadir bahwa program INKLUSI merupakan kelanjutan dari program ACTION yang telah berjalan di Lombok Timur sebelumnya. Program ini juga sebagai respon terhadap dampak dari pandemic COVID-19 yang melanda 2 tahun berjalan ini.

Selain itu, program INKLUSI ini juga memperkuat peran masyarakat dalam mengatasi penyebab marjinalisasi di Indonesia dan tentunya mendukung komitmen Indonesia dalam mengimplementasikan tujuan dari pembangunan berkelanjutan (SDGs).

Menutup acara tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Bupati Lombok Timur bersama Institut KAPAL Perempuan.

  • Kamis, 28 Juli 2022 - 16:04:34 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur

Berita Terkait Lainnya