Rencana Aksi Nasinonal Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia

  • Selasa, 11 Oktober 2022 - 09:38:46 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur
Rencana Aksi Nasinonal Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia

Selong - Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Timur melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) gelar rapat Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indoensia (RAN-PASTI) di ruang Rupatama 1 pada Senin (10/10). Acara tersebut dihadiri oleh Pimpinan OPD, Camat, serta Petugas Kesehatan serta Tim Audit Kasus Stunting Lombok Timur.

Kepala Dinas P3AKB yang pada kesempatan itu memimpin rapat menyampaikan pesan Presiden terkait Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan angka Stunting (RAN-PASTI) harus dilaksanakan oleh pemerintah baik Pemerintah Pusat, Daerah maupun Desa.

Berdasarkan Perpres No. 72 Tahun 2021 dan Peraturan BKKBN No. 12 Tahun 2021 tujuan di gencarkannya RAN-PASTI adalah penurunan pravelansi stunting, menyiapkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air.

Selain itu, terdapat beberapa pilar aksi pada Perpres tersebut yakni peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan dari Kementerian hingga Pemerintah Desa, peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat, peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan sensitif, peningkatan ketahanan pangan dan gizi serta pengembangan sistem data informasi, riset dan inovasi.

Kepala Dinas P3AKB juga mengatakan pendekatan aksi menggunakan pendekatan multi sektoral yang melibatkan berbagai elemen masyarakat pemerintah, swasta, perguruan tinggi dan media. Adapun Rencana aksi yang dilakukan meliputi 5 (lima) hal, yakni penyediaan data keluarga beresiko stunting, pendampingan keluarga beresiko stunting, pendampingan semua calon pengantin dan surveilans keluarga beresiko stunting.

Disampaikannya juga jumlah keluarga sasaran di Lombok Timur terkait stunting saat ini sekitar 255.891 keluarga dari 217.397 keluarga beresiko stunting. Dalam rapat tersebut juga dipaparkan penyebab stunting, penganggulangan, pelaksanaan audit kasus stuntingserta rekomendasi hasil audit.

Disebutkan juga langkah yang dapat dilakukan berdasarkan hasil rekomendasi hasil audit yakni monitoring pelaksanaan pemberian tablet tambah darah di sekolah, manajemen stressing bagi calon pengantin, perubahan perilaku psikososial, identifikasi kasus infeksi pada ibu hamil, memaksimalkan manfaat buku KIA dalam skrining ibu bersiko stunting, edukasi kehamilan bagi ibu hamil, konseling gizi yang cukup selama menyusui, manajemen emosi ibu menyusui, serta pengukuran tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala secara rutin terhadap bayi dibawah dua tahun dengan alat ukur standar.

  • Selasa, 11 Oktober 2022 - 09:38:46 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur

Berita Terkait Lainnya