Inflasi Sebagai Isu Penting, Kemendagri Gelar Rakor Kembali

  • Senin, 21 November 2022 - 10:48:11 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur
Inflasi Sebagai Isu Penting, Kemendagri Gelar Rakor Kembali

Selong - Sebagai upaya untuk menekan inflasi Daerah, Kementerian Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali Rapat Kordinasi (Rakor) mingguan bersama seluruh Kepala Daerah di seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara virtual pada Senin Pagi, (21/11) dan diikuti secara daring Asisten 2, Jajaran Forkopimda serta pimpinan OPD lingkup Kabupaten Lombok Timur di ruang Rapat Bupati. 

Saat membuka Rakor, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, inflasi merupakan isu yang sangat penting mengingat banyak negara yang sudah terdampak. Pertumbuhan ekonomi Nasional yaitu ditentukan oleh kerja dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Seluruh Provinsi, Kabupaten/Kota harus bekerja secara paralel.

Selain itu, ia juga menyampaikan sambutan Presiden Indonesia Jokowi Dodo dalam acara G20 yang berlangsung di Bali beberapa waktu lalau terkait pencapaian ekonomi keuangan Indonesia yang masih tetap dalam keadaan positif yaitu 5,72% di kuartel ke-3.

Kondisi ini merupakan situasi yang bagus dibandingkan dengan negara lain dibawah 5%. Data inflasi Indonesia di bulan Oktober terbilang bagus 5,71% dibandingkan dengan data pada bulan September sebanyak 5.95%. Kemudian secara q-to-q pertumbuhan ekonomi Triwulan 3 di tahun 2022 tumbuh melambat yang menunjukkan pola musiman, sedangkan secara y-on-y, pertumbuhan ekonomi Triwulan 3 di tahun 2022 semakin kuat dan menuju ke arah pemulihan.

Tito menegaskan keberhasilan ini terjadi atas kerja keras Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah sehingga hal positif ini harus terus dilanjutkan mengingat situasi global yang sangat dinamis.

Ditempat yang sama, Deputi  Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Andriko Noto Susanto menyampaikan, tingkat inflasi pada Oktober 2022 sebesar 5,71% turun sebanyak 0,25% dibandingkan bulan September lalu. Salah satu faktor inflasi yang terkendali yaitu pangan sebesar 6,76% pada bulan Oktober, sedangkan komoditas beras masih menjadi kontribusi inflasi tertinggi. Seluruh kebutuhan bahan pangan pokok dalam kondisi positif, akan tetapi beberapa kebutuhan masih ada yang perlu dukungan impor yaitu kedelai, bawang putih, gula konsumsi dan daging lembu.

Selain itu, ia juga menegaskan, perlu segera dilaksanakan pengadaan cadangan beras Pemerintah karna posisi stok beras di Bulog kurang dari 700.000 Ton. Diperlukan percepatan realisasi impor komoditas kedelai dan bawang putih.

Dari hasil evaluasi bulan Januari hingga Oktober dibutuhkan kesiapan teknologi untuk memperpanjang masa simpan dan mempertahankan kualitas terutama produk-produk multicultural lalu melakukan percepatan distribusi pangan antar wilayah. Dalam hal ini, BUMN Pangan sebagai perpanjangan tangan Pemerintah hanya memiliki stok pangan yang sangat kecil dibandingkan dengan kebutuhan bulanan Nasional sehingga tidak dapat melakukan intervensi secara optimal untuk stabilitas pasokan harga baik di hulu maupun di hilir.

  • Senin, 21 November 2022 - 10:48:11 WIB
  • Admin Kominfo Lombok Timur

Berita Terkait Lainnya